Foto: Askhalani, S.Hi sedang memberikan materi tentang Peran Mahasiswa/ Pemuda dalam
mencegah Korupsi
Banda
Aceh – Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Eksekutif Mahasiswa – Fakultas Ushuluddin dan Filsafat
(DEMA-FUF), UIN Ar-Raniry mengadakan Seminar Anti Korupsi dalam rangka
memperingati Hari Anti Korupsi Internasional yang jatuh pada tanggal 9 Desember
2014 di Aula Fakultas Ushuluddin dan Filsafat. Kamis, 11 Desember 2014, Pukul
09.00 s.d 12.00 wib.
Acara
yang diikuti oleh puluhan peserta ini dilaksanakan atas kerja sama DEMA-FUF dan
(Gerakan Anti Korupsi) GERAK Aceh. Adapun yang menjadi Nara Sumber pada
kegiatan ini ialah Bpk. Samsul Bahri, M.Ag dengan pembahasan “Korupsi dari
Konteks Sumber Hukum Islam” dan juga Askhalani, S.Hi dengan judul materi “Peran
Mahasiswa/Pemuda dalam Mencegah Korupsi”. Seminar ini berlangsung meriah
ditandai dengan banyaknya respon pertanyaan dan masukan yang diberikan oleh
para audiensi dari latar belakang mahasiswa dan juga bahkan dosen Fakultas
Ushuluddin.
Ketua
DEMA-FUF yaitu Muhammad Chaizir mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk
membangun transparansi mahasiswa dalam mencegah praktek korupsi yang dimulai
dari pendidikan kampus. Ia menambahkan bahwa praktek munculnya korupsi itu ialah
berasal dari kampus yang melibatkan pengurus organisasi mahasiswa dengan
tertutupnya informasi pengeluaran dan pemasukan dana ke dalam kas organisasi.
Untuk itu kegiatan ini bisa menjadi langkah baru dalam membangun sebuah
transparansi mengenai pembelanjaan keperluan kegiatan organisasi kampus,
sehingga uang yang dikelola dapat diketahui dengan jelas pengeluarannya.
Pemateri
pertama yaitu Samsul Bahri, M.Ag mengatakan “jika seorang pengajar yang memakan
harta korupsi, maka sungguh pentransferan ilmu itu tidak menjadi berkah. Maka
oleh karena itu, menjauhi korupsi menjadi salah satu langkah untuk memberi ilmu
yang berkah dan dapat berguna bagi orang lain”. Kemudian Ashkalani, S.Hi juga
menyampaikan pentingnya peran mahasiswa dalam mencegah korupsi. Hal ini
dikarenakan uang yang dikorupsi di dalam sebuah kampus itu bukanlah uang
kampus, melainkan adalah uang mahasiswa dari hasil pembayaran SPP. Maka
mahasiswa harus berperan aktif dalam mencegah korupsi dikarenakan uang itu
bukan milik kampus melainkan milik mahasiswa.
Pada
kegiatan ini Pengurus DEMA-FUF berhasil
membentuk sebuah Forum Komunikasi Mahasiswa Anti Korupsi – Fakultas Ushuluddin
dan Filsafat yang dikomandoi oleh Dedi Saputra di bawah payung Bidang
Penelitian Lapangan (Litbang), DEMA-FUF. Forum ini bertujuan untuk berbagi
informasi tentang pendidikan anti korupsi pada mahasiswa secara maksimal. (Muliadi Abd/Sekretaris Panitia)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar